IKATAN KIMIA DI ALAM SEMESTA
A.
Pengertian Ikatan Kimia
Ikatan kima adalah gaya yang menyebabkan sekumpulan atom yang sama
atau berbeda menjadi satukesatuan dengan perilaku yang sama. Teori ini pertama
kali dikemukakan pada tahun 1916 ole Gibert Newton Levis (1875-1946)d dari
Amerika dan Albrecht Kossel (1853-1927) daari Jerman.Contoh ikatan kimia
adalahb air, air terbentuk dari ikatan atom hidrogen dan atom oksigen yang
menjadi satudengan perbadingan tertentu.Kita sebagai manusia dan juga makhluk
Allah sudah sepantaasnya kita bersyukur kepada Nya.Jika molekul oksigen dan
Hidrogentidak diberikan sifat kecenderungan untuk saling berkaitan maka air
tidak akan terbentuk. Dan bisa kita bayangkan jika tidak ada air di bum ini
maka semua makhluk hidup akan mati,karena air adalah komponen utama dalam
kehiudpan kita. Bahkan sebagian besar tubuh kita tersusun oleh air.
Lalu kapankah atom-atom di alam semestainimengadakan ikatan
kimia?Ikatan kimia terjadi karena sekelompok atom yang menunjukan perolaku
sebagai satu kesatun tersebut lebih stabil ataiu memiliki tingkat energi lebih
rendah daripada tingkat energi atom-atomnya dalam keadaan terpisah. Contohnya
metana CH4.tingkat energi 1 mol CH4 dalam fase gas adalah
1652 kj lebih rendah dari pada jumlah 1 mol atom karbon dan 4 mol atom hidrogen
dalam fase gas.Disamping itu perilaku atom C dan Hdalam CH4.Misalnya,sebelum
membentuk CH4 atom CdanH memiliki arah gerak yang berbeda,akan
tetapi setelah membentuk CH4 arah geraknya menjadi sama.
B.
Ikatan Ion
Ikatan ion adalah ikatan yang terbentuk karena adanya serah terima
elektron,yaitu atom yang modah melepaskan elektron (logam) dan atom yang mudah
menerima elektron (non-logam). Misalnya ikatan yang ada pada garam dapur
(NaCl). Garam dapur terbentuk dari atom natrium dan atom klorin. Natrium akan
mempunyai konfigurasi seperti gas mulia jika melepaskan satu elektron sedangkan
Klorin akan mempunyai sama seperti gas mulia jika menangkap satu elektron. Oleh
karena itu, kedua atom membentuk ion positifa dan ion negatif.
Ikatan ion adalah ikatan yang paling kuat. Senyawa yang terbentuk
karena ikatan ion disebut senyawa ion Sebagian senyawa ion pada suhu kamar
berfase padat dan memiliki struktur tertentu. Misalnya pada garam dapur.NaCl
memiliki struktur kristal berbentuk kubus. Pada struktur itu setiap ion Na+
dikelilingi oleh 6 ion Cl-.begitu pula sebaliknya setiap ion Na+
dikelilingi oleh ion Cl- dengan demikian perbandingan keduanya
adalah 1:1. Hal itu terjadi karena kedua ion membentuk struktur kristal secara
sederhana.
Senyawa ionik terbentuk karena
keelektronegatifan (kemampuan suatu atom unuk menagkap atau melepaskan
elektron) yang cukup besar pada unsur loogam dan non logam yang memungkinkan
terjadinya serah terima elektron. Tetapi, setiap senyawa logam bersifat ionik
dan setiap ionik adalah merupakan zat padat yang memiliki titik didih dan titik
leleh yang cukup tinggi. Rapuh sehingga mudah hancur ketika dipukul.Larut dalam
air lelehan dan larutanya dapat menjadi penghantar arus listrik.
Ikatan ion terbentuk apabila ion positif (ion alkali)akan
mengadakan tarik menarik karena adanya gaya elektrostatis dengan ion negatif
(ion halogen).
Unsur-unsur yang terlibat dalam pembentukan ikatan ion:
1.
Uansur golongan
I A dengan unsur golongan VI Adan VII A
2.
Unsur golongan
I A dengan unsur golongan VI A dan VII A
3.
Unsur transisi
dengan unsur golongan VI Adan VII A.
Pembentukan ion positif pada atom melewati beberapa tahap yaitu,
unsur yang memilii kecenderungan besar untuk melepas elektron adalah atom
golongan IA (kecuali H) dan atom golongan II A. Golongan I A adalah unsur-unsur
golongan alkali,sedangkan golongan II A adalah golongan alkali tanah.
Unsur golongan alkali
|
Unsur
|
Konfigurasi
Elekton
|
Elekton
Valensi
|
|
3Li
|
2 1
|
1
|
|
11 Na
|
2 8
1
|
1
|
|
19K
|
2 8
8 1
|
1
|
|
37Rb
|
2 8
18 8 1
|
1
|
|
55Cs
|
2 8
18 18 8
1
|
1
|
|
00 Fr
|
2 8
18 32 18
8 2
|
1
|
Unsur golongan alkali tanah
|
Unsur
|
Konfigurasi
Elektron
|
Elektron
Valensi
|
|
4Be
|
2 2
|
2
|
|
12Mg
|
2 8 2
|
2
|
|
20Ca
|
2 8
8 2
|
2
|
|
38Sr
|
2 8
18 8 2
|
2
|
|
56Ba
|
2 8
18 18 8 2
|
2
|
|
88Ra
|
2 8
18 32 18
8 2
|
2
|
Sesuai dengan teori oktet yang di ungkapkan oleh Kossel dan Lewis maka
elektroon terluar pada golongan alkali ada 1 elektron sehingga mudah melepaskan
satu elektron dan membentuk ion positif dengan konfigurasi gas mulia.Begitu
juga dengan golongan alkali tanah yang mrmiliki 2 elektron sehingga mudah
melepaskan 2 elektroon dan membentuk ion positif dengan konfigurasi gas mulia.
Contoh:
Konfigurasi elektron ion alakali=konfigurasi ion alkali
tanah=konfigurasi elektron gas mulia.
Sedangkan pembentukan ion negatif
yaitu:
Unsur yang mudah menerima elektron adalah uansur dengan
kecenderungan menerima elektroon yang besar. Yang termasuk golongan ini adalah
golongan VI A(golongan oksigen) dan golongan VII A(golongan halogen)
Golongan VII A
|
Unsur
|
Konfigurasi Elektroon
|
Elektron valensi
|
|
9F
|
2 7
|
7
|
|
17Cl
|
2 8 7
|
7
|
|
35Br
|
2 8 18 7
|
7
|
|
53I
|
2 8 18
18 7
|
7
|
|
85At
|
2 8 18 32 18 7
|
7
|
Unsur golongan VI A
|
Unsur
|
Koanfigurasi Elektron
|
Elektron Valensi
|
|
8O
|
2 6
|
6
|
|
16S
|
2 8 6
|
6
|
|
34Se
|
2 8 18 6
|
6
|
|
52Te
|
2 8 18
18 6
|
6
|
Sesuai dengan teori oktat maka elektron valensi holagen mengandung
7 elektron sehinggga mudah menerima satu elektron dan membentuk ion negatif
dengan konfigurasi gas mulia. Begitu pula dengan golongan VI A, mudah menerima
dua elektron dan membentuk konfigurasi gas mulia.comtoh:
Cl(2 8 7)+e = Cl—(2 8 8)
Konfigurasi elektron hologen=Konfigurasi ion golongan
oksigen=Konfigurasi elektron gas mulia.
Ikatan ion dalam senyawa ionik dipengaruhi oleh besarnya
elektonegativitas atom-atom penyusunya.Semakin besar perbedaan
elektronegativitas antar atom atom yang membentuk ikatan, maka ikatan yang
terbentuk semakin bersifat ionik.
Senyawa yang terbentuk dari ikatan ion (senyawa ionik)bersifat
ionik, lelehanya maupun larutanya dalam air bersifat konduktor, berbentuk padat
dengan titik leleh dan titik didih tinggi, tidak larut dalam pelarut-palarut
non polar tetapi larut dsalam ikatanpolar,padatnya bersifat rapuh sehingga
mudah dihancurkan.
C. Ikatan Kovalen
Ikatan kovalen adalah
ikatan antar atom dengan menggunakan bersama pasangan elektron olleh dua ato
yang berkaitan.
Ikatan ini terjadi akibat
ketidak mampuan salah satu atom yang berkaitan tidak bisa melepaskan
elektron(ketidak mampuan membentuk ion positif),ketidak mampuan
melepaskanelektron terjadi pada atom non logam.Atom non logam memiliki
ketergantungan untuk menerima elektron segingga jika dia atom non logam
berkaitan maka yang terjadi adalah terbentuk pasangan elektron yang di pakai
bersama-sama.
Contohnya adalah molekul
H2 dimana atom H masing-masing memiliki satu elektron. Untuk
mencapai konfigurasi seperti gas mulia memerlukan satu elektron. Karena
memeiliki daya tarik yang sama,sehingga tidak memungkinkan bagi keduanya untuk
melakukan serah terima elektron,sehingga kedua atom memasamng
elektronya,masing-masing memasang satu elektronya untuk digunakan bersama.
Aturan penulisan ikatan kovalen adalah:
a.
Pasangan
elektron yang dipakai sama-sama diletakkan diantara kedua atom yang berkaitan.
b.
Sesudah
berikatan setiap atom harus dikelilingi 8 elektron (kecuali atom hidrogen yang
hanya dikelilingi 2 elektron)
Pasangan elektron yang membentuk ikatan kovalen dilambangkan dalam
simbol garis mendatar. Ikatan yang terbentuk dari 2 elektron dilambangkan
dengan garis satu(-), jika 4 berlambangkan garis rangkap dua, jika 6
berlambangkan dengan garis rangkap tiga.
Ikatan kovalen bisa merupakan kovalen tunggal ataupiin ikatan
kovalen rangkap.seperti yang telah dijelaskan di atas, ikatan kovalen rangkap
dapat berupa rangkap 2 dan rangkap 3.Ikatan kovalen rangkap adalah ikatan
kovalen yang melibatkan penggunaan bersama lebih dari satu pasang elektron oleh
dua atom yang berkaitan. Contoh molekul ikatan kovalen rangkap adalah N2,
Ikatan kovalen koordinasi adalah ikatan yang terjadi dengan
carapembentukan elektron bersama yang berasal dari salah satu atom berepasangan
yang saling berkaitan,sedanglan atom lain tidak memberikan elektron. Contoh
molekul yang menggunakan ikatan kovalen koordinasi adalah NH4Cl.
Ikatan kovalen dilambangkan dengan ‘-‘ dan untuk kovalen koordinasi
dilambangkan dengan tanda panah.
Kovalen polar (memiliki kutub listrik ) adalah molekul yang
terbentuk jika dua atom non logam yang berbeda keelektrogenatifannya berkaitan
maka,pasanga elektron ikatan akan lebih tertatik ke atom yang lebih
elektronegatif.Contoh molekul H2O.
Sebaliknya, jika yang
berkaitan adalah non logam yang memiliki keelektronegatifan yang sama, maka
yang terbentuk adalah merupakan kovalen non pollar.Untuk mengetahui senyawa itu
polar atau non polar dapat dilihat dari bentuk moleku dan mengetahui harga
momen dipol.Perbedaan keelektronegatifan mempengaruhi sifat kepolaran molekul
tersebut.
D.Ikatan
Hidrogen
Pada
ikatan hidrogen, proton hidrogen berada sangat dekat dengan atom penderma
elektron dan mirip dengan ikatan tiga-pusat dua-elektron seperti
pada diborana. Ikatan hidrogen menjelaskan titik didih zat cair yang relatif
tinggi seperti air, ammonia, dan hidrogen fluorida jika dibandingkan dengan
senyawa-senyawa yang lebih berat lainnya pada kolom tabel periodik yang
sama.

0 komentar:
Posting Komentar