Rabu, 09 Agustus 2017

IKATAN  KIMIA DI ALAM SEMESTA




A. Pengertian Ikatan Kimia
Ikatan kima adalah gaya yang menyebabkan sekumpulan atom yang sama atau berbeda menjadi satukesatuan dengan perilaku yang sama. Teori ini pertama kali dikemukakan pada tahun 1916 ole Gibert Newton Levis (1875-1946)d dari Amerika dan Albrecht Kossel (1853-1927) daari Jerman.Contoh ikatan kimia adalahb air, air terbentuk dari ikatan atom hidrogen dan atom oksigen yang menjadi satudengan perbadingan tertentu.Kita sebagai manusia dan juga makhluk Allah sudah sepantaasnya kita bersyukur kepada Nya.Jika molekul oksigen dan Hidrogentidak diberikan sifat kecenderungan untuk saling berkaitan maka air tidak akan terbentuk. Dan bisa kita bayangkan jika tidak ada air di bum ini maka semua makhluk hidup akan mati,karena air adalah komponen utama dalam kehiudpan kita. Bahkan sebagian besar tubuh kita tersusun oleh air.
Lalu kapankah atom-atom di alam semestainimengadakan ikatan kimia?Ikatan kimia terjadi karena sekelompok atom yang menunjukan perolaku sebagai satu kesatun tersebut lebih stabil ataiu memiliki tingkat energi lebih rendah daripada tingkat energi atom-atomnya dalam keadaan terpisah. Contohnya metana CH4.tingkat energi 1 mol CH4 dalam fase gas adalah 1652 kj lebih rendah dari pada jumlah 1 mol atom karbon dan 4 mol atom hidrogen dalam fase gas.Disamping itu perilaku atom C dan Hdalam CH4.Misalnya,sebelum membentuk CH4 atom CdanH memiliki arah gerak yang berbeda,akan tetapi setelah membentuk CH4 arah geraknya menjadi sama.

B. Ikatan Ion
Ikatan ion adalah ikatan yang terbentuk karena adanya serah terima elektron,yaitu atom yang modah melepaskan elektron (logam) dan atom yang mudah menerima elektron (non-logam). Misalnya ikatan yang ada pada garam dapur (NaCl). Garam dapur terbentuk dari atom natrium dan atom klorin. Natrium akan mempunyai konfigurasi seperti gas mulia jika melepaskan satu elektron sedangkan Klorin akan mempunyai sama seperti gas mulia jika menangkap satu elektron. Oleh karena itu, kedua atom membentuk ion positifa dan ion negatif.
Ikatan ion adalah ikatan yang paling kuat. Senyawa yang terbentuk karena ikatan ion disebut senyawa ion Sebagian senyawa ion pada suhu kamar berfase padat dan memiliki struktur tertentu. Misalnya pada garam dapur.NaCl memiliki struktur kristal berbentuk kubus. Pada struktur itu setiap ion Na+ dikelilingi oleh 6 ion Cl-.begitu pula sebaliknya setiap ion Na+ dikelilingi oleh ion Cl­- dengan demikian perbandingan keduanya adalah 1:1. Hal itu terjadi karena kedua ion membentuk struktur kristal secara sederhana.
Senyawa ionik terbentuk karena  keelektronegatifan (kemampuan suatu atom unuk menagkap atau melepaskan elektron) yang cukup besar pada unsur loogam dan non logam yang memungkinkan terjadinya serah terima elektron. Tetapi, setiap senyawa logam bersifat ionik dan setiap ionik adalah merupakan zat padat yang memiliki titik didih dan titik leleh yang cukup tinggi. Rapuh sehingga mudah hancur ketika dipukul.Larut dalam air lelehan dan larutanya dapat menjadi penghantar arus listrik.
Ikatan ion terbentuk apabila ion positif (ion alkali)akan mengadakan tarik menarik karena adanya gaya elektrostatis dengan ion negatif (ion halogen).
Unsur-unsur yang terlibat dalam pembentukan ikatan ion:
1.      Uansur golongan I A dengan unsur golongan VI Adan VII A
2.      Unsur golongan I A dengan unsur golongan VI A dan VII A
3.      Unsur transisi dengan unsur golongan VI Adan VII A.
Pembentukan ion positif pada atom melewati beberapa tahap yaitu, unsur yang memilii kecenderungan besar untuk melepas elektron adalah atom golongan IA (kecuali H) dan atom golongan II A. Golongan I A adalah unsur-unsur golongan alkali,sedangkan golongan II A adalah golongan alkali tanah.
Unsur golongan alkali
Unsur
Konfigurasi Elekton
Elekton Valensi
3Li
2       1
1
11 Na
2       8       1
1
19K
2       8       8      1
1
37Rb
2       8       18     8   1
1
55Cs
2       8       18   18    8  1
1
00 Fr
2       8       18    32   18  8  2
1

Unsur golongan alkali tanah
Unsur
Konfigurasi Elektron
Elektron Valensi
4Be
2  2
2
12Mg
2  8  2
2
20Ca
2  8   8    2
2
38Sr
2  8  18   8   2
2
56Ba
2  8   18   18  8  2
2
88Ra
2  8   18  32  18  8  2
2

Sesuai dengan teori oktet yang di ungkapkan oleh Kossel dan Lewis maka elektroon terluar pada golongan alkali ada 1 elektron sehingga mudah melepaskan satu elektron dan membentuk ion positif dengan konfigurasi gas mulia.Begitu juga dengan golongan alkali tanah yang mrmiliki 2 elektron sehingga mudah melepaskan 2 elektroon dan membentuk ion positif dengan konfigurasi gas mulia.
Contoh:
Na (2  8  1)                     Na+ (2  8) + e
Mg (2  8  2)                    Mg2+(2  8 )+2e
Konfigurasi elektron ion alakali=konfigurasi ion alkali tanah=konfigurasi elektron gas mulia.
Sedangkan pembentukan ion negatif  yaitu:
Unsur yang mudah menerima elektron adalah uansur dengan kecenderungan menerima elektroon yang besar. Yang termasuk golongan ini adalah golongan VI A(golongan oksigen) dan golongan VII A(golongan halogen)
Golongan VII A
Unsur
Konfigurasi Elektroon
Elektron valensi
9F
2  7
7
17Cl
2  8  7
7
35Br
2  8  18  7
7
53I
2  8  18  18  7
7
85At
2  8  18  32  18  7
7
Unsur golongan VI A
Unsur
Koanfigurasi Elektron
Elektron Valensi
8O
2  6
6
16S
2  8  6
6
34­Se
2  8  18  6
6
52Te
2  8  18  18  6
6
Sesuai dengan teori oktat maka elektron valensi holagen mengandung 7 elektron sehinggga mudah menerima satu elektron dan membentuk ion negatif dengan konfigurasi gas mulia. Begitu pula dengan golongan VI A, mudah menerima dua elektron dan membentuk konfigurasi gas mulia.comtoh:
Cl(2  8  7)+e = Cl(2  8  8)
Konfigurasi elektron hologen=Konfigurasi ion golongan oksigen=Konfigurasi elektron gas mulia.
Ikatan ion dalam senyawa ionik dipengaruhi oleh besarnya elektonegativitas atom-atom penyusunya.Semakin besar perbedaan elektronegativitas antar atom atom yang membentuk ikatan, maka ikatan yang terbentuk semakin bersifat ionik.
Senyawa yang terbentuk dari ikatan ion (senyawa ionik)bersifat ionik, lelehanya maupun larutanya dalam air bersifat konduktor, berbentuk padat dengan titik leleh dan titik didih tinggi, tidak larut dalam pelarut-palarut non polar tetapi larut dsalam ikatanpolar,padatnya bersifat rapuh sehingga mudah dihancurkan.
C. Ikatan Kovalen
    Ikatan kovalen adalah ikatan antar atom dengan menggunakan bersama pasangan elektron olleh dua ato yang berkaitan.
    Ikatan ini terjadi akibat ketidak mampuan salah satu atom yang berkaitan tidak bisa melepaskan elektron(ketidak mampuan membentuk ion positif),ketidak mampuan melepaskanelektron terjadi pada atom non logam.Atom non logam memiliki ketergantungan untuk menerima elektron segingga jika dia atom non logam berkaitan maka yang terjadi adalah terbentuk pasangan elektron yang di pakai bersama-sama.
    Contohnya adalah molekul H2 dimana atom H masing-masing memiliki satu elektron. Untuk mencapai konfigurasi seperti gas mulia memerlukan satu elektron. Karena memeiliki daya tarik yang sama,sehingga tidak memungkinkan bagi keduanya untuk melakukan serah terima elektron,sehingga kedua atom memasamng elektronya,masing-masing memasang satu elektronya untuk digunakan bersama.
Aturan penulisan ikatan kovalen adalah:
a.       Pasangan elektron yang dipakai sama-sama diletakkan diantara kedua atom yang berkaitan.
b.      Sesudah berikatan setiap atom harus dikelilingi 8 elektron (kecuali atom hidrogen yang hanya dikelilingi 2 elektron)
Pasangan elektron yang membentuk ikatan kovalen dilambangkan dalam simbol garis mendatar. Ikatan yang terbentuk dari 2 elektron dilambangkan dengan garis satu(-), jika 4 berlambangkan garis rangkap dua, jika 6 berlambangkan dengan garis rangkap tiga.
Ikatan kovalen bisa merupakan kovalen tunggal ataupiin ikatan kovalen rangkap.seperti yang telah dijelaskan di atas, ikatan kovalen rangkap dapat berupa rangkap 2 dan rangkap 3.Ikatan kovalen rangkap adalah ikatan kovalen yang melibatkan penggunaan bersama lebih dari satu pasang elektron oleh dua atom yang berkaitan. Contoh molekul ikatan kovalen rangkap adalah N2,
Ikatan kovalen koordinasi adalah ikatan yang terjadi dengan carapembentukan elektron bersama yang berasal dari salah satu atom berepasangan yang saling berkaitan,sedanglan atom lain tidak memberikan elektron. Contoh molekul yang menggunakan ikatan kovalen koordinasi adalah NH4Cl. Ikatan kovalen dilambangkan dengan ‘-‘ dan untuk kovalen koordinasi dilambangkan dengan tanda panah.
Kovalen polar (memiliki kutub listrik ) adalah molekul yang terbentuk jika dua atom non logam yang berbeda keelektrogenatifannya berkaitan maka,pasanga elektron ikatan akan lebih tertatik ke atom yang lebih elektronegatif.Contoh molekul H2O.
Sebaliknya, jika  yang berkaitan adalah non logam yang memiliki keelektronegatifan yang sama, maka yang terbentuk adalah merupakan kovalen non pollar.Untuk mengetahui senyawa itu polar atau non polar dapat dilihat dari bentuk moleku dan mengetahui harga momen dipol.Perbedaan keelektronegatifan mempengaruhi sifat kepolaran molekul tersebut.
D.Ikatan Hidrogen
Pada ikatan hidrogen, proton hidrogen berada sangat dekat dengan atom penderma elektron dan mirip dengan ikatan tiga-pusat dua-elektron seperti pada diborana. Ikatan hidrogen menjelaskan titik didih zat cair yang relatif tinggi seperti air, ammonia, dan hidrogen fluorida jika dibandingkan dengan senyawa-senyawa yang lebih berat lainnya pada kolom tabel periodik yang sama.